Nirwana Keabadian Cinta

Kasih dengarlah bisik ku.

Kan ku beri dikau keindahan.

Bersama indahnya bias mentari pagi di tepi telaga.

Jauh menerawang ke atas nirwana keabadian cinta.

Bercerita tentang betapa aku sangat mengasihi.

Sangat ingin ku berbagi secangkir teh hangat di puncak gunung asmara bersamamu.

Menjalani cinta se damai aksara alam di pagi yang tenang.

Kasih, bukan ku janjikan kau lautan asmara yang berombak cinta.

Atau ku rengguhkan bulan sabit ke pangkuanmu.

Aku bukan seorang yang dapat memberimu lautan harta.

Atau heroes yang dapat menjaga dunia.

Aku hanya seorang yang kecil berharapan sederhana.

Melihat senyum indahmu di setiap ku buka mata.

Tertawa, menangis, berjuang menjalani setiap langkah kehidupan yang singkat ini.

Berbagi ranjang penuh kasih berselimutkan cinta tulus.

Atau hanya sekedar mengucap kata aku sayang padamu, setiap malam menjelang tidurmu.

Kasih pernah kan kita bermimpi.

Mengasuh gadis kecil kita penuh kasih.

Kasih.

Tafsirkan lah setiap goresan aksara jiwaku.

Tatap mataku, baca hatiku.

Yakin lah kan ku persembahkan cinta kasih suciku hanya untukmu.

Beri sedikit waktu untukku.

Kan ku pinang engkau dengan mahar keimanan.

Written by : Cemplenk Minoritas

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s